Bisnis Kaesang dan Gibran yang Menggurita di Indonesia

Bisnis Kaesang dan Gibran yang Menggurita di Indonesia

Smallest Font
Largest Font

Fenomena bisnis kaesang dan gibran telah menjadi topik perbincangan hangat di tengah masyarakat Indonesia dalam satu dekade terakhir. Sebagai putra dari Presiden Joko Widodo, gerak-gerik keduanya dalam membangun imperium bisnis sering kali mendapat sorotan tajam, baik dari sisi inovasi produk maupun strategi pemasaran yang agresif. Meskipun kini keduanya telah aktif terjun ke dunia politik, jejak kewirausahaan yang mereka tinggalkan tetap menjadi studi kasus yang menarik dalam dunia UMKM dan startup tanah air.

Perjalanan kewirausahaan keluarga ini dimulai jauh sebelum Gibran Rakabuming Raka menjabat sebagai Wakil Presiden terpilih atau Kaesang Pangarep memimpin partai politik. Mereka mengawali langkah dari sektor yang paling dekat dengan masyarakat, yakni kuliner. Dengan pendekatan branding yang modern dan pemanfaatan media sosial yang cerdas, bisnis kaesang dan gibran berhasil mendobrak pasar tradisional dan mengubahnya menjadi unit usaha yang relevan bagi generasi milenial dan Gen Z.

Gibran Rakabuming Raka saat mempromosikan bisnis kulinernya
Gibran Rakabuming memulai karier bisnisnya melalui katering Chilli Pari sebelum merambah ke bisnis martabak.

Transformasi Gibran Rakabuming dari Katering ke Industri Kreatif

Gibran Rakabuming Raka sering dianggap sebagai pionir bisnis di keluarga inti Jokowi. Ia memulai langkahnya dengan mendirikan Chilli Pari, sebuah usaha katering di Solo pada tahun 2010. Berbeda dengan katering konvensional, Chilli Pari menawarkan layanan one-stop wedding solution yang mencakup gedung, dekorasi, hingga rias pengantin. Keberhasilan Gibran membangun Chilli Pari membuktikan bahwa ia tidak hanya mengandalkan nama besar ayahnya, melainkan benar-benar menguasai operasional bisnis dari bawah.

Kesuksesan yang paling fenomenal dari Gibran adalah Markobar (Martabak Kota Barat). Unit usaha ini berhasil melakukan re-branding terhadap martabak manis yang awalnya merupakan jajanan kaki lima menjadi makanan kekinian dengan berbagai topping premium seperti KitKat, Nutella, dan Oreo. Markobar kemudian berekspansi secara masif ke berbagai kota besar di Indonesia melalui sistem kemitraan dan cabang mandiri.

Daftar Unit Usaha Utama Gibran Rakabuming

  • Chilli Pari: Layanan katering dan wedding organizer yang berbasis di Solo.
  • Markobar: Kedai martabak manis dengan konsep topping premium.
  • Goola: Startup minuman tradisional Indonesia yang dikemas secara modern dan sempat mendapatkan pendanaan dari modal ventura.
  • Tugas Negara Bos: Lini bisnis yang memproduksi jas hujan dengan desain unik dan sempat viral di media sosial.

Gurita Bisnis Kaesang Pangarep yang Ekspansif

Jika Gibran cenderung lebih kalem dalam branding, Kaesang Pangarep dikenal dengan gaya komunikasi yang jenaka dan relatable di media sosial. Hal ini tecermin dalam pertumbuhan bisnis kaesang dan gibran di mana Kaesang bertindak sebagai motor penggerak ekspansi yang sangat cepat. Produk andalannya, Sang Pisang, merupakan salah satu contoh sukses pengolahan pisang nugget yang memiliki ratusan cabang di seluruh Indonesia.

Kaesang tidak hanya berhenti di satu jenis produk. Ia merambah ke bisnis minuman melalui Ternakopi, bisnis olahan ayam dengan Yang Ayam, hingga masuk ke sektor teknologi dan sumber daya manusia melalui Enigma Camp. Keberanian Kaesang dalam mengambil risiko dan melakukan pivot bisnis menjadikannya sosok pengusaha muda yang diperhitungkan di kancah nasional.

Outlet Sang Pisang milik Kaesang Pangarep di pusat perbelanjaan
Sang Pisang menjadi salah satu unit bisnis Kaesang yang memiliki jumlah cabang terbanyak di Indonesia.

Lini Bisnis Kaesang Pangarep yang Beragam

  • Sang Pisang: Produk olahan pisang goreng nugget dengan berbagai varian rasa.
  • Ternakopi: Bisnis minuman kopi botolan yang menyasar segmen anak muda.
  • Yang Ayam: Kuliner ayam goreng tepung dengan bumbu khas nusantara.
  • Pesta Buntel: Bisnis nasi bungkus kekinian dengan konsep penyajian yang praktis.
  • Enigma Camp: Wadah pelatihan IT dan pemrograman untuk mencetak talenta digital berkualitas.

Perbandingan Sektor Bisnis Kaesang dan Gibran

Untuk memahami lebih dalam mengenai distribusi aset dan jenis usaha yang dijalankan, berikut adalah tabel perbandingan beberapa unit bisnis utama yang dikelola oleh keduanya:

Nama BisnisPemilik UtamaSektorStatus Saat Ini
Chilli PariGibran RakabumingKatering/EventBeroperasi
MarkobarGibran RakabumingKuliner (Martabak)Beroperasi
Sang PisangKaesang PangarepKuliner (Pisang)Eksis & Ekspansi
MangkokkuKaesang & GibranKuliner (Rice Bowl)Sangat Aktif
GoolaGibran RakabumingMinuman TradisionalKonsolidasi
TernakopiKaesang PangarepMinuman (Kopi)Terbatas

Dapat dilihat bahwa mayoritas bisnis kaesang dan gibran terkonsentrasi di sektor F&B (Food and Beverage). Namun, kolaborasi mereka dalam Mangkokku bersama Chef Arnold Poernomo menunjukkan pergeseran ke arah manajemen profesional dengan standar restoran kelas atas namun tetap dengan harga yang terjangkau.

Kolaborasi Strategis dan Suntikan Dana Investor

Salah satu titik balik penting dalam bisnis kaesang dan gibran adalah ketika mereka mulai mendapatkan kepercayaan dari investor profesional. Startup minuman Goola, misalnya, pernah mendapatkan suntikan dana sebesar US$ 5 juta (sekitar Rp 71 miliar) dari firma modal ventura Alpha JWC Ventures. Hal ini menandakan bahwa model bisnis yang mereka tawarkan memiliki skalabilitas yang diakui secara profesional, bukan sekadar mengandalkan popularitas figur publik.

Selain itu, kolaborasi mereka di Mangkokku juga mendapatkan pendanaan seri A senilai US$ 7 juta (sekitar Rp 101 miliar) yang dipimpin oleh Alpha JWC Ventures dan EMTEK. Dana ini digunakan untuk mendirikan ratusan cloud kitchen dan gerai fisik di berbagai penjuru Indonesia. Kolaborasi ini melibatkan keahlian kuliner dari Chef Arnold serta keahlian operasional dan marketing dari Kaesang dan Gibran.

"Membangun bisnis bukan hanya soal modal, tapi soal bagaimana kita membaca selera pasar yang terus berubah setiap hari. Inovasi adalah kunci agar tidak tergilas oleh tren yang sesaat."
Kolaborasi Gibran, Kaesang, dan Chef Arnold di Mangkokku
Mangkokku merupakan hasil kolaborasi sukses yang menggabungkan keahlian kuliner dan strategi bisnis yang solid.

Dinamika Bisnis di Tengah Karier Politik

Seiring dengan masuknya Gibran Rakabuming Raka ke ranah politik sebagai Wali Kota Solo dan kini sebagai Wakil Presiden terpilih, pengelolaan beberapa unit bisnisnya mulai diserahkan kepada sang adik, Kaesang Pangarep. Hal ini dilakukan untuk menjaga profesionalitas dan menghindari konflik kepentingan. Namun, tantangan yang dihadapi bisnis kaesang dan gibran tidaklah sedikit. Beberapa unit usaha dikabarkan mengalami penurunan popularitas atau bahkan tutup permanen akibat perubahan tren pasar pasca-pandemi.

Misalnya, bisnis Ternakopi dan beberapa cabang Sang Pisang sempat mengalami penutupan di beberapa lokasi. Hal ini menunjukkan bahwa bisnis anak presiden sekalipun tidak kebal terhadap hukum pasar. Mereka harus terus melakukan inovasi dan efisiensi agar tetap bertahan di industri yang sangat kompetitif ini. Kaesang sendiri kini lebih banyak fokus pada konsolidasi aset di bawah payung GK HeHe, sebuah perusahaan induk (holding) yang mengelola berbagai portofolio investasi mereka.

Masa Depan Bisnis Keluarga dalam Ekosistem Ekonomi Digital

Melihat tren yang ada, bisnis kaesang dan gibran kemungkinan besar akan terus berevolusi ke arah yang lebih sistematis. Penggunaan teknologi dalam operasional (seperti sistem kasir digital, manajemen rantai pasok, dan pemanfaatan data pelanggan) menjadi fokus utama mereka saat ini. Meskipun sorotan publik sering kali berfokus pada aspek politik, keberhasilan mereka dalam membangun ekosistem bisnis dari nol tetap memberikan dampak ekonomi yang nyata melalui penyerapan ribuan tenaga kerja di berbagai daerah.

Ke depannya, tantangan utama bagi unit usaha mereka adalah mempertahankan loyalitas pelanggan di tengah banyaknya kompetitor baru yang muncul. Strategi branding yang kuat harus dibarengi dengan kualitas produk yang konsisten. Rekomendasi bagi para pengusaha muda adalah mengambil pelajaran dari keberanian bisnis kaesang dan gibran dalam mengeksekusi ide, namun tetap waspada terhadap volatilitas pasar yang bisa berubah sewaktu-waktu.

Sebagai penutup, perjalanan bisnis kaesang dan gibran adalah cermin dari dinamika dunia usaha di Indonesia yang penuh dengan peluang sekaligus risiko. Meskipun ada faktor privilese, manajemen yang buruk tetap akan membawa kegagalan, dan sebaliknya, inovasi yang tepat akan membawa kesuksesan jangka panjang. Unit bisnis mereka kini bukan lagi sekadar usaha sampingan, melainkan entitas profesional yang berkontribusi dalam ekonomi kreatif nasional.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow